Saturday, August 24, 2013

Untuk Bumi Pertiwi

Diambil di Ciremai 17 Agustus 2013.
Ciremai mungkin tak seberapa tinggi bila disandingkan dengan Semeru, atau dengan si cantik Rinjani, pun dengan surganya Semeru, Ranukumbolo. Gunung tetaplah gunung, Gunung bukanlah tempat untuk menjadi perbandingan, tapi tempat untuk merasakan Kemahabesaran Tuhan.
Hal itu juga yang menjadi sebuah alasan bagiku untuk tetap cinta pada tanah air ini. Tempat dimana aku tinggal, meminum airnya dan bernafas dalam atmosfernya. Indonesia tetaplah Indonesia, tanah air beta. Pusaka abadi nan jaya.

Wednesday, June 19, 2013

Menggapai Asa di Kota Kembang


BEBERAPA minggu sebelum Ujian Nasional, dan satu hari sebelum kakak perempuanku di hitbah, ada ujian berat menimpa keluargaku. Terutama cobaan yang berat bagi kakak perempuanku.
Waktu itu hari Jumat tanggal 17 April 2012, tepat sehari sebelum kakakku di hitbah, Sabtu 18 April 2012. Sebagian sanak keluarga sedang sibuk di dapur memasak bahan-bahan buat persediaan esok. Ayah sedang makan di tengah rumah. Aku sedang membuat pola batik di karton  sebagai tugas akhir pelajaran Seni Budaya. Rumahku dua lantai hasil renovasi sejak aku SD dulu. Lantai atas dari kayu dan lantai bawah permanen. Tiba-tiba ditengah kesibukan orang-orang di dalam rumah, muncul api begitu besar dari lantai atas. Bibi yang pertama melihatnya. Dengan tergopoh-gopoh ia berteriak,

Tuesday, June 18, 2013

180 Derajat


Aku ingin menulis ini sebagai sebuah pengingat dan pengobat kerinduan karena sudah lama tak bermain dengan kata-kata.

[Senin, 17 juni 2013]

Kala itu matahari masih malu-malu untuk keluar dari peraduannya. Aku bangun kesiangan pagi itu. Tapi sempat bangun di waktu subuh untuk sembahyang. Tapi tidur lagi. Hingga hasilnya kesiangan. Langsung meraih Handphone yang aku simpan di depan kepala. Aku mainkan, lalu ada sebuah pesan masuk dari Ayu. Rasa khawatir mulai menghantui pikiran. Khawatir terjadi suatu hal. Dan ya! Rasa itu benar adanya. Tiba-tiba rencana pendakian Gunung Gede Pangrango untuk mengisi hari libur dibatalkan. Rencananya memang aku, Ayu, dan Ridwan akan mendaki Gunung Gede Pangrango pada tanggal 24 Juni 2013 bersama teman-teman si Ayu (anak Unpas). Tapi membaca sms itu,  harapan untuk menaklukan gunung itu sirna. Tak tahu lagi apa yang harus aku lakukan.


Sunday, June 2, 2013

Dinamika Pers Mahasiswa

Dok.Istimewa


*Oleh Adi Permana

Sudah tidak diragukan lagi untuk mengakui bahwa mahasiswalah yang begitu dominan peranannya terhadap dinamika kehidupan bangsa Indonesia. Mahasiswalah yang menjadi lokomotif perubahan bangsa, dari era prakemerdekaan sampai masa reformasi bergulir. 

Sejarah telah mencatat ketika tumbangnya rezim orde baru yang dipegang oleh Presiden Soeharto dilatarbelakangi oleh pergerakan mahasiswa yang menginginkan akan adanya perubahan. Semua lapisan mahasiswa berbondong-bondong menduduki gedung MPR-RI untuk menginginkan adanya reformasi.

Saturday, February 2, 2013

Sesudah Kesulitan Akan Ada kemudahan


“ Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS Al-Insyirah : 5-6)

Dalam tulisan ini aku ingin bercerita tentang pembuktian kebenaran potongan ayat di atas. Hari itu adalah hari kedua terakhir pembayaran registrasi ke kampus, tepatnya hari kamis (10/1/2013). Sementara orangtuaku belum ada uang untuk membayarnya. Kemungkinan besarnya bila  aku tidak

Ikhlas


Padahal mereka tidak disuruh kecuali hanya untuk menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan Agama (QS Al-Bayyinah [98]: 5).

Amal itu bagaikan sebuah boneka yang tidak bernyawa. Adapaun nyawa sebuah amal adalah keikhlasan. Sekalipun kita bersedekah emas sebanyak satu Ton, tetapi jika tanpa disertai keikhlasan, kita tidak akan mendapatkan pahalanya di akhirat kelak.Adapun yang dimaksud dengan keikhlasan

Tuesday, January 22, 2013

Hijrah Kembali Ke Bandung

Adalah aku yang sudah hampir tiga minggu lamanya menghabiskan waktu liburan semester ganjil di rumah. Rumah ku ini terletak di sebelah selatan dari Kota Cianjur, sebut namanya Tanggeung. Sebuah kecamatan kecil yang kata orang dulu Tanggeung itu artinya “Tanggung” jauh kemana-mana. Dan memang benar adanya, jika ingin pergi ke Kota Cianjur dibutuhkan waktu setidaknya tiga jam perjalanan, pun bila ingin ke selatan lagi menuju pantai, hampir dua jam perjalanan harus ditempuh.
Belum lagi modal transportasi yang tersedia hanya sebuah Elf yang sudah dimakan usia, melintasi jalan-jalan sempit dengan jurang dibawahnya.