Saturday, April 12, 2014

Bantu Hidupi Keluarga, Siska Jualan Cobek Puluhan Kilometer



Siang itu, Siska (9) sedang duduk di sebuah trotoar di sekitaran Jalan Riau, Bandung. Ia sedang menunggu lampu merah menyala. Di perempatan jalan itu ia dengan gigih memikul cobek sambil menjajakannya kepada beberapa orang yang lewat atau kepada pengemudi mobil di kala lampu merah menyala.

Gadis kecil bertubuh kurus, berambut agak merah muda ini tak seorang diri berjualan. Ia ditemani adik laki-lakinya yang berumur empat tahun berjualan cobek. Cobek yang ia jual dihargai dari mulai Rp 15.000 sampai Rp.25.000 per buahnya. 

“Dalam sehari biasanya hanya laku dua cobek. Itu pun jarang laku, biasanya dapat uang dari pemberian orang lain yang merasa kasihan,” tutur Siska dalam bahasa Sunda, Minggu (30/4). 

Saat ini Siska duduk di bangku kelas tiga Sekolah Dasar. Ia biasa berjualan cobek di saat hari libur sekolah sehingga tak menganggu rutinitas belajarnya. Setiap jualan, Siska yang bercita-cita menjadi dokter ini sanggup memikul cobek sampai berpuluh-puluh kilometer dengan hanya

Membenahi Tata Ruang Kota Bandung

Banjir di Baleedah/Tempo.co


BANDUNG -- Buruknya tata ruang di Kota Bandung masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung seolah tak pernah beres menyelesaikan permasalahan itu. Banyak dampak yang terasa dari semrawutnya penataan kota. Seperti banjir dan kemacetan lalu lintas yang hingga kini masih jadi masalah klasik yang sering dijumpai. 

Tidaknya hanya itu, dampak pada lingkungan pun begitu terasa. Dari data Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat, menyebutkan bahwa Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Bandung saat ini masih dikisaran sembilan persen. Jauh dari aturan yang seharusnya 30 persen. Akibat dari kurangnya RTH itu, tentunya tingkat polusi di Kota Bandung akan semakin bertambah. Bahkan, tempat yang seharusnya menjadi sumber-sumber resapan air beralih fungsi jadi industri komersialisasi. Kehadiran hutan kota pun sudah mulai berubah jadi hutan beton.

Penempatan bangunan yang tidak sesuai aturan juga harus menjadi perhatian penuh Pemkot Bandung. Selain Pemkot, dinas-dinas terkait pun harus punya tanggung jawab penuh untuk membenahi masalah tata ruang. Bila tidak, maka masalah yang baru akan terus bermunculan. 

“Kota Bandung merupakan sebuah kota yang mulai mempunyai permasalahan kompleks,  terutama dalam transportasi dan tata letak perumahan. Ketika permasalahan ini terjadi, maka permasalahan-permasalahan lainnya pun akan muncul,” ujar Ridwansyah Yusuf Ahmad, Pakar Planologi Institut Teknologi Bandung (ITB) saat ditemui di kampus ITB, Senin (10/3).

Kesemrawutan tata ruang Kota Bandung juga tak pernah lepas dari perencanaan pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana. Seperti yang diungkapkan Divisi Advokasi dan Kampanye Walhi Jabar, Dwi Sawung. Menurut Sawung, tata ruang sekarang lebih disesuaikan dengan kondisi yang ada. Tidak ada zona-zona khusus untuk

Thursday, April 10, 2014

Dirgahayu Pesta Demokrasi



Kampanye partai Demokrat/Ilustrasi
(Foto: surabaya.tribunnews.com


Tahun 2014 boleh dikatakan sebagai tahunnya politik. Sebab segalanya selalu berbau politik. Di warung kopi orang banyak bicara politik, di tembok-tembok actor politik unjuk gigi, di tiang listrik, di televisi apalagi, sampai-sampai di instansi pendidikan pun tak luput dari aroma politik. Bendera Merah Putih pun sepertinya kalah pamor dengan bendera parpol yang lebih gagah berkibar.

Itulah Indonesia, Negara yang punya ritual khas lima tahunan. Semua menyoroti pesta demokrasi itu. Ya, hal itu tentunya wajar, sebab di sanalah momentum negeri ini untuk bangkit dari keterpurukan. Segala harapan tentu bersemayam di hati para penghuninya. Tak terkecuali bagi seorang bayi yang baru lahir yang punya harapan besar untuk hidupnya kelak bisa sejahtera.

Di satu sisi, euforia seperti itu memang diperlukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakatnya pada politik. Tapi di satu sisi, kita juga harus berhati-hati dengan euforia itu. Jangan kita terlalu terlena dimabuk kepayang demokrasi. Jangan sampai para wakil-wakil kita terus-terusan “berpesta”. Sementara yang lainnya

Thursday, March 13, 2014

Langkah Cermat saat Bencana Datang

invonesia.com
Ilustrasi/invonesia.com
Oleh Adi Permana

Akhir-akhir ini, di Indonesia sering terjadi bencana alam. Seperti meletusnya Gunung Kelud, banjir di Subang dan yang lainnya. Hal tersebut tentunya membuat kita harus waspada dan sigap di kala bencana alam datang. Banyak yang menjadi korban jiwa di saat bencana datang karena kurangnya pengetahuan dan persiapan tentang bagaimana yang harus dilakukan saat bencana datang. Berikut adalah langkah cermat di kala bencana datang.

 Pertama, selalu persiapkan kotak Perawatan Pertama Pertolongan Korban (P3K). Banyak orang yang seolah menghiraukan keberadaan kotak P3K di dalam rumah. Padahal, keberadaan kotak tersebut adalah langkah awal penanggulangan medis bila terjadi hal yang tak diinginkan. Apalagi saat bencana datang, orang-orang termasuk dokter sekalipun pasti akan sibuk untuk menyelamatkan diri sendiri sebelum menyelamakan orang lain.

Kedua, perbanyak pengetahuan tentang cara bagaimana menghadapi bencana alam. Misalnya saat terjadi gempa bumi mendadak. Bila tak sempat untuk keluar dari bangunan beratap, sebaiknya kita bersembunyi di balik meja-meja yang tebal. Atau ketika banjir datang, biasanya anak-anak malah asik untuk bermain air. Mereka tidak sadar kalau itu bisa membahayakan mereka, orangtua harus sigap untuk memperingatkan dan menjaga buah hatinya.

Sunday, March 9, 2014

Tips Mudah Berbelanja di Pasar Cimol

sumber: bisnis-jabar.com
Berbelanja di pasar Cimol atau pasar barang bekas bukan hal yang mudah. Sebab kita harus cermat memilih barang yang kualitasnya masih bagus. Kita juga harus pandai-pandai menawar barang. Selain itu, berbelanja di pasar Cimol juga ada poin plusnya, yaitu bisa menghemat isi dompet. Lumayan kan untuk memenuhi kebutuhan yang lainnya.

Nah, bila Anda kebingungan bagaimana cara berbelanja di pasar Cimol, berikut adalah enam tips mudah berbelanja di pasar Cimol. Pertama siapkan uang tunai. Karena di pasar Cimol biasanya susah untuk mencari ATM. Kedua,   teliti barang yang akan dibeli. Periksalah dari segi jahitannya dan carilah pakaian yang tidak kotor, karena kalau pakaian yang kotor biasanya kualitasnya buruk dan dapat mengganggu pada kulit Anda bila nanti dipakai.

Hati-hati Jangan Sering Begadang!

Ilustrasi/liniberita.com
Jika Anda masih suka begadang atau sering tidur larut malam, mulai saat ini cobalah untuk berhenti. Sebab banyak kerugian yang ditimbulkan dari seringnya kita begadang. Terutama kerugian pada kesehatan tubuh Anda. Dampak yang sangat dirasakan bagi sering yang begadang yakni kulit yang kering, kelopak mata yang tampak hitam, mata merah dan selalu lesu. Tidur yang ideal bagi seseorang adalah 7-8 jam perhari.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr Shives dari Universitas of Surrey di Inggris, seperti yang dijelaskan di situs Wolipop.com, menjelaskan dampak buruk terhadap orang yang suka begadang. Pertama akibat begadang adalah tingkat Depresi yang tinggi. Biasanya orang sering begadang kondisi kejiwaanya tidak stabil. Oleh karenya ia sangat mudah terkena Stress bahkan depresi bila dihadapkan pada suatu permasalah berat.

Monday, February 24, 2014

Wahyu Memandu Ilmu


UIN SGD Bandung

Pernahkah kalian mendengar istilah itu? Ya, itulah visi  kampus UIN SGD Bandung. Sebuah paradigma  penuh esensi yang sarat akan makna dan tujuan luhur. Mungkin sebagian dari mahasiswa UIN SGD Bandung akrab dengan istilah itu. Tapi tak menutup kemungkinan ada juga yang tak kenal sama sekali, sungguh ironis. 

Ketika saya pertama kali mendengar istilah itu, saya langsung takjub. Kenapa? Karena saya beranggapan bahwa ilmu yang akan disajikan kampus ini adalah ilmu yang tak terlepas dari moral dan nilai-nilai agama.

Kita patut apresiasi akan visi itu. Karena visi itulah yang menjadi identitas penting bagi sebuah lembaga pendidikan bernafaskan Islam. Tapi di sisi lain, kita juga patut mengkritisi akan fenomena nyata yang terjadi di lingkungan kampus. Apakah visi itu sudah terlaksana? Apakah visi itu sudah digaungkan oleh seluruh civitas akademik? Apakah visi itu hanya sebatas slogan semata? Jawabannya masih abu-abu! Sebab masih banyak praktek-praktek yang tak sesuai dengan visi yang digencarkan itu.